Ada banyak cara untuk menggolongkan makanan. Salah satunya adalah
berdasarkan sifat keasaman dan kebasaan yang terkandung oleh makanan.
Makanan kita dicerna di dalam dua bagian saluran pencernaan. Pertama
makanan itu masuk ke lambung dimana asam hidroklorida (HCl) di saluran
lambung melakukan pekerjaan utama jika makanan itu utamanya bersifat
asam. Dari sana makanan itu kemudian menuju duodenum (usus 12 jari). Di
sini sekresi carian bersifat basa dari hati, pankreas, dan limfe
menyelesaikan proses pencernaan dan membantu menetralisir cairan apapun
dari lambung yang bersifat asam. Makanan yang dicerna terutama di
lambung disebut makanan bersifat asam, sedangkan yang dicerna terutama
di usus 12 jari disebut makanan bersifat basa. Sebagian besar makanan
membutuhkan sebagian pencernaan asam dan sebagian pencernaan basa.
Keasaman memiliki andil dalam berbagai penyakit yang umum saat ini,
seperti rematik, artritis, encok, radang, kanker, osteoporosis,
diabeter, dan penyakit jantung. Keasaman menyebabkan organ-organ
pembersih/pemurni darah seperti hati, limfe, dan ginjal menjadi lemah.
Pasien yang sakit dapat lebih cepat pulih dari penyakitnya jika sebagian
besar makanan mereka bersifat basa (dengan perbandingan 80:20). Umumnya
lidah menginginkan makanan yang bersifat asam karena rasanya enak,
sedangkan organ-organ pencernaan lebih menyukai makanan basa. Harus
diingat bahwa penggolongan makanan ke dalam asam dan basa tidak
berdasarkan “rasa” makanan itu dilidah. Misalnya, air jeruk nipis
rasanya asam dimulut namun hasil akhirnya setelah dicerna bersifat basa
karena air jeruk nipis tidak memerlukan cairan asam lambung untuk
menguraikannya.
Beberapa contoh makanan yang bersifat sangat basa :
Air, air jeruk nipis, air kelapa, teh herbal, madu, jus buah-buahan, jus
sayur-sayuran, buah, sayuran berwarna hijau dan kuning yang tidak
mengandung zat tepung/pati, sayuran berumbi (wortel, lobak cina, bit,
dan singkong).
Beberapa contoh makanan yang bersifat sangat asam :
Telur, Daging, ikan, makanan laut, unggas, makanan gorengan, biji-bijian
yang diputihkan (beras putih, roti putih/terigu, mie putih), makanan
olahan, gula putih, teh, kopi, dan minuman berkarbonasi.
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ