menu

. .
. . .

salam

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh Selamat Datang Di Blog kami Semoga Allah SWT memberikan berkahnya untuk kita semua Aamiin

mohammad t

texs ketik

Rabu, 22 Oktober 2014

Jenis Makanan yang Bersifat Asam dan Basa

Ada banyak cara untuk menggolongkan makanan. Salah satunya adalah berdasarkan sifat keasaman dan kebasaan yang terkandung oleh makanan. Makanan kita dicerna di dalam dua bagian saluran pencernaan. Pertama makanan itu masuk ke lambung dimana asam hidroklorida (HCl) di saluran lambung melakukan pekerjaan utama jika makanan itu utamanya bersifat asam. Dari sana makanan itu kemudian menuju duodenum (usus 12 jari). Di sini sekresi carian bersifat basa dari hati, pankreas, dan limfe menyelesaikan proses pencernaan dan membantu menetralisir cairan apapun dari lambung yang bersifat asam. Makanan yang dicerna terutama di lambung disebut makanan bersifat asam, sedangkan yang dicerna terutama di usus 12 jari disebut makanan bersifat basa. Sebagian besar makanan membutuhkan sebagian pencernaan asam dan sebagian pencernaan basa.
Keasaman memiliki andil dalam berbagai penyakit yang umum saat ini, seperti rematik, artritis, encok, radang, kanker, osteoporosis, diabeter, dan penyakit jantung. Keasaman menyebabkan organ-organ pembersih/pemurni darah seperti hati, limfe, dan ginjal menjadi lemah. Pasien yang sakit dapat lebih cepat pulih dari penyakitnya jika sebagian besar makanan mereka bersifat basa (dengan perbandingan 80:20). Umumnya lidah menginginkan makanan yang bersifat asam karena rasanya enak, sedangkan organ-organ pencernaan lebih menyukai makanan basa. Harus diingat bahwa penggolongan makanan ke dalam asam dan basa tidak berdasarkan “rasa” makanan itu dilidah. Misalnya, air jeruk nipis rasanya asam dimulut namun hasil akhirnya setelah dicerna bersifat basa karena air jeruk nipis tidak memerlukan cairan asam lambung untuk menguraikannya.
Beberapa contoh makanan yang bersifat sangat basa :
Air, air jeruk nipis, air kelapa, teh herbal, madu, jus buah-buahan, jus sayur-sayuran, buah, sayuran berwarna hijau dan kuning yang tidak mengandung zat tepung/pati, sayuran berumbi (wortel, lobak cina, bit, dan singkong).

Beberapa contoh makanan yang bersifat sangat asam :
Telur, Daging, ikan, makanan laut, unggas, makanan gorengan, biji-bijian yang diputihkan (beras putih, roti putih/terigu, mie putih), makanan olahan, gula putih, teh, kopi, dan minuman berkarbonasi.

Ciri Air Seni Para Penderita Gangguan Ginjal

 Sebagaimana yang telah diketahui banyak orang, ginjal adalah termasuk organ dalam tubuh manusia yang sangat penting perannya bagi kesehatan tubuh. Ginjal, yang juga merupakan bagian dari saluran kandung kemih, memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah menyaring kotoran dari darah dan membuangnya bersama dalam air seni. Air seni ini akan dikeluarkan lewat saluran kencing tubuh. Hal ini membuat air seni dapat digunakan sebagai pendeteksi terbaik jika seseorang mengalami gangguan pada ginjalnya.
Seorang pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bernama dr. Parlindungan Siregar, SpPd-KGH, mengiyakan bahwa dengan tes air seni merupakan cara yang paling sederhana dan juga dapat dijamin keakuratannya dalam hal pendeteksian masalah pada ginjal.
Air seni yang normal biasanya berwarna kuning jernih hingga kuning pucat, namun ada beberapa jenis warna lainnya, khususnya jika anda ternyata memiliki masalah pada ginjal anda. Berikut adalah beberapa jenis air seni yang mengindikasikan bahwa ginjal dalam tubuh anda sedang mengalami gangguan.
  • Biasanya, jika seseorang mengalami gangguan ginjal, jumlah air seni yang dikeluarkan pun akan lebih sedikit dari biasanya. Namun jika gangguan ini masih pada tahap awal, hal ini tidak akan begitu terasa.
  • Jika warna air seni yang dikeluarkan saat anda buang air kecil mulai berwarna kemerahan atau kecoklatan, mirip seperti minuman bersoda. Hal ini bisa berarti bahwa air seni anda mengeruh yang disebabkan karena adanya kemungkinan darah yang tercampur karena terjadi sebuah infeksi. Bahkan jika air seni anda memiliki busa, ada kemungkinan telah terjadi protein yang bocor dan tercampur keluar lewat air seni.
  • Saat melakukan tes urine, ternyata pada air seni anda terdapat eritrosit dan leukosit.
Jika telah terdapat tanda-tanda tersebut, ada baiknya anda mulai memeriksakan ginjal anda ke pakar kesehatan terdekat agar dapat mengetahui langkah terbaik untuk kesehatan tubuh anda selanjutnya.

Read more: http://doktersehat.com/ciri-air-seni-para-penderita-gangguan-ginjal/#ixzz2x9iCWnPJ

Mengukur Asam Basa Cairan Tubuh

Cara Mengukur Asam Basa Cairan Tubuh

Gambar tes kertas lakmus
Untuk mengetahui kondisi asam-basa dalam tubuh anda, bisa dengan cara mengukur pH tubuh lewat kertas pH. Ambil air seni anda yang keluar pertama kali di pagi hari, kemudian teteskan ke kertas pH, lihat perubahan pH-nya yang ditunjukkan dengan perubahan warna. Pada penderita kanker sering ditemukan angka pH-nya di bawah 6.
Tubuh teridiri dari lebih dari 90% penyusunnya adalah cairan. Cairan tubuh yang mencapai 90 persen lebih ini berguna untuk menyeimbangkan kebutuhan akan air di dalam tubuh. Sifat cairan tubuh manisia ada yang bersifat asam dan juga ada yang bersifat basa. Cara Mengukur Asam Basa Cairan Tubuh adalah menggunakan kertas lakmus yang sekarang sudah terjual bebas. Dibawah ini akan diterangkan tentang asam basa cairan tubuh manusia dan cara mengukur asam basa.
Detail cara pengukuran:
Anda membutuhkan kertas lakmus (kertas pH), kemudian anda hanya perlu memasukan kertas pH tsb kedalam air seni anda yang pertama kali dikeluarkan di pagi hari dan kemudian bandingkan warna yang didapati dengan standar yang ada di dalam kemasan kertas pH. Angka yang optimal itu berada pada kisaran 6,5 – 7,5.
Setiap angka dibawah angka 7,0 berarti urin anda berada pada daerah asam. Semakin rendah angkanya maka semakin tinggi tingkat keasaman tubuh anda. Angka ini merupakan angka logaritmik sehingga angka 6,0 berarti 10 kali lebih asam dibandingkan dengan angka 7,0, sedangkan angka 5,0 berarti memiliki tingkat keasaman 100 kali lebih tinggi dibandingkan dengan angka 7.0
Kondisi Acidosis
Bila tubuh anda dalam kondisi asam (disebut acidosis), maka mineral yang ada di dalam jaringan dan organ akan diambil untuk menormalkan kondisi asam tersebut yang dapat menyebabkan peradangan, nyeri sendi, rapuh tulang hingga masalah kanker.
Kondisi acidosis juga bisa berakibat pada menurunnya kemampuan Hb (Haemoglobin) menangkap oksigen sehingga virus, bakteri, patogen penyakit lainnya mudah berkembang. Pada tingkat pH 6,9 tubuh mulai rentan terhadap infeksi virus yang umum seperti deman, batuk dan flu.
Sel-sel kanker tumbuh dengan subur di dalam tubuh pada pH 5,5. Makin rendah tingkat pH, makin asam orang tersebut, maka makin tinggi racun-racun yang menumpuk di dalam tubuh, yang dapat menyebabkan peningkatan resiko untuk terserang infeksi dan penyakit.
Dengan kata lain, kondisi tubuh kita semakin asam, kita lebih mudah terserang penyakit-penyakit kronis dan kanker, sebaliknya ketika kondisi tubuh semakin basa, kita mampu untuk menjauhi penyakit-penyakit degenratif seperti kanker, darah tinggi, diabetes, dll.
None found.

Keseimbangan Asam Basa dalam Darah


Derajat keasaman merupakan suatu sifat kimia yang penting dari darah dan cairan tubuh lainnya.

Satuan derajat keasaman adalah pH:
·  pH 7,0 adalah netral
·  pH diatas 7,0 adalah basa (alkali)
·  pH dibawah 7,0 adalah asam.


Suatu asam kuat memiliki pH yang sangat rendah (hampir 1,0); sedangkan suatu basa kuat memiliki pH yang sangat tinggi (diatas 14,0). Darah memiliki ph antara 7,35-7,45.


Keseimbangan asam-basa darah dikendalikan secara seksama, karena perubahan pH yang sangat kecil pun dapat memberikan efek yang serius terhadap beberapa organ.
Tubuh menggunakan 3 mekanisme untuk mengendalikan keseimbangan asam-basa darah:
  1. Kelebihan asam akan dibuang oleh ginjal, sebagian besar dalam bentuk amonia.
    Ginjal memiliki kemampuan untuk mengatur jumlah asam atau basa yang dibuang, yang biasanya berlangsung selama beberapa hari.
  2. Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Suatu penyangga ph bekerja secara kimiawi untuk meminimalkan perubahan pH suatu larutan.
    Penyangga pH yang paling penting dalam darah adalah bikarbonat.
    Bikarbonat (suatu komponen basa) berada dalam kesetimbangan dengan karbondioksida (suatu komponen asam).
Jika lebih banyak asam yang masuk ke dalam aliran darah, maka akan dihasilkan lebih banyak bikarbonat dan lebih sedikit karbondioksida.
Jika lebih banyak basa yang masuk ke dalam aliran darah, maka akan dihasilkan lebih banyak karbondioksida dan lebih sedikit bikarbonat.
  1. Pembuangan karbondioksida.
    Karbondioksida adalah hasil tambahan penting dari metabolisme oksigen dan terus menerus yang dihasilkan oleh sel. Darah membawa karbondioksida ke paru-paru dan di paru-paru karbondioksida tersebut dikeluarkan (dihembuskan).

pusat pernafasan di otak mengatur jumlah karbondioksida yang dihembuskan dengan mengendalikan kecepatan dan kedalaman pernafasan. Jika pernafasan meningkat, kadar karbon dioksida darah menurun dan darah menjadi lebih basa. Jika pernafasan menurun, kadar karbondioksida darah meningkat dan darah menjadi lebih asam.
Dengan mengatur kecepatan dan kedalaman pernafasan, maka pusat pernafasan dan paru-paru mampu mengatur pH darah menit demi menit.
Adanya kelainan pada satu atau lebih mekanisme pengendalian ph tersebut, bisa menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis.
Asidosis adalah suatu keadaan pada saat darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah.

Alkalosis adalah suatu keadaan pada saat darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah.

Asidosis dan alkalosis bukan merupakan suatu penyakit tetapi lebih merupakan suatu akibat dari sejumlah penyakit.

Terjadinya asidosis dan alkalosis merupakan petunjuk penting dari adanya masalah metabolisme yang serius.

Asidosis dan alkalosis dikelompokkan menjadi metabolik atau respiratorik, tergantung kepada penyebab utamanya.


Asidosis metabolik dan alkalosis metabolik disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam pembentukan dan pembuangan asam atau basa oleh ginjal.


Asidosis respiratorik atau alkalosis respiratorik terutama disebabkan oleh penyakit paru-paru atau kelainan pernafasan.
Asidosis Respiratorik
Defenisi :
Asidosis Respiratorik adalah keasaman darah yang berlebihan karena penumpukan karbondioksida dalam darah sebagai akibat dari fungsi paru-paru yang buruk atau pernafasan yang lambat.
Kecepatan dan kedalaman pernafasan mengendalikan jumlah karbondioksida dalam darah.
Dalam keadaan normal, jika terkumpul karbondioksida, pH darah akan turun dan darah menjadi asam.

Tingginya kadar karbondioksida dalam darah merangsang otak yang mengatur pernafasan, sehingga pernafasan menjadi lebih cepat dan lebih dalam.
Penyebab :
Asidosis respiratorik terjadi jika paru-paru tidak dapat mengeluarkan karbondioksida secara adekuat.


Hal ini dapat terjadi pada penyakit-penyakit berat yang mempengaruhi paru-paru, seperti:
- Emfisema
- Bronkitis kronis
- Pneumonia berat
- Edema pulmoner
- Asma.

Asidosis respiratorik dapat juga terjadi bila penyakit-penyakit dari saraf atau otot dada menyebabkan gangguan terhadap mekanisme pernafasan.
Selain itu, seseorang dapat mengalami asidosis respiratorik akibat narkotika dan obat tidur yang kuat, yang menekan pernafasan.

Asidosis Metabolik
Defenisi :
Asidosis Metabolik adalah keasaman darah yang berlebihan, yang ditandai dengan rendahnya kadar bikarbonat dalam darah.
Bila peningkatan keasaman melampaui sistem penyangga pH, darah akan benar-benar menjadi asam.
Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida.


Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.


Tetapi kedua mekanisme tersebut bisa terlampaui jika tubuh terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat dan berakhir dengan keadaan koma.
Penyebab :
Penyebab asidosis metabolik dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok utama:
  1. Jumlah asam dalam tubuh dapat meningkat jika mengkonsumsi suatu asam atau suatu bahan yang diubah menjadi asam.
    Sebagian besar bahan yang menyebabkan asidosis bila dimakan dianggap beracun.
    Contohnya adalah metanol (alkohol kayu) dan zat anti beku (etilen glikol).
    Overdosis aspirin pun dapat menyebabkan asidosis metabolik.
  2. Tubuh dapat menghasilkan asam yang lebih banyak melalui metabolisme.
    Tubuh dapat menghasilkan asam yang berlebihan sebagai suatu akibat dari beberapa penyakit; salah satu di antaranya adalah diabetes melitus tipe I.
    Jika diabetes tidak terkendali dengan baik, tubuh akan memecah lemak dan menghasilkan asam yang disebut keton.
    Asam yang berlebihan juga ditemukan pada syok stadium lanjut, dimana asam laktat dibentuk dari metabolisme gula.
  3. Asidosis metabolik bisa terjadi jika ginjal tidak mampu untuk membuang asam dalam jumlah yang semestinya.
    Bahkan jumlah asam yang normal pun bisa menyebabkan asidosis jika ginjal tidak berfungsi secara normal.
    Kelainan fungsi ginjal ini dikenal sebagai asidosis tubulus renalis (ATR) atau rhenal tubular acidosis (RTA), yang bisa terjadi pada penderita gagal ginjal atau penderita kelainan yang mempengaruhi kemampuan ginjal untuk membuang asam.
Penyebab utama dari asidois metabolik:
·  Gagal ginjal
·  Asidosis tubulus renalis (kelainan bentuk ginjal)
·  Ketoasidosis diabetikum
·  Asidosis laktat (bertambahnya asam laktat)
·  Bahan beracun seperti etilen glikol, overdosis salisilat, metanol, paraldehid, asetazolamid atau amonium klorida
·  Kehilangan basa (misalnya bikarbonat) melalui saluran pencernaan karena diare, ileostomi atau kolostomi.

Alkalosis Respiratorik

Defenisi :
Alkalosis Respiratorik adalah suatu keadaan dimana darah menjadi basa karena pernafasan yang cepat dan dalam, sehingga menyebabkan kadar karbondioksida dalam darah menjadi rendah.
Penyebab :
Pernafasan yang cepat dan dalam disebut hiperventilasi, yang menyebabkan terlalu banyaknya jumlah karbondioksida yang dikeluarkan dari aliran darah.
Penyebab hiperventilasi yang paling sering ditemukan adalah kecemasan.
Penyebab lain dari alkalosis respiratorik adalah:
- rasa nyeri
- sirosis hati
- kadar oksigen darah yang rendah
- demam
- overdosis aspirin.

Pengobatan :
Biasanya satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan adalah memperlambat pernafasan.
Jika penyebabnya adalah kecemasan, memperlambat pernafasan bisa meredakan penyakit ini. Jika penyebabnya adalah rasa nyeri, diberikan obat pereda nyeri.

Menghembuskan nafas dalam kantung kertas (bukan kantung plastik) bisa membantu meningkatkan kadar karbondioksida setelah penderita menghirup kembali karbondioksida yang dihembuskannya.


Pilihan lainnya adalah mengajarkan penderita untuk menahan nafasnya selama mungkin, kemudian menarik nafas dangkal dan menahan kembali nafasnya selama mungkin. Hal ini dilakukan berulang dalam satu rangkaian sebanyak 6-10 kali.
Jika kadar karbondioksida meningkat, gejala hiperventilasi akan membaik, sehingga mengurangi kecemasan penderita dan menghentikan serangan alkalosis respiratorik.

Alkalosis Metabolik

Defenisi :Alkalosis Metabolik adalah suatu keadaan dimana darah dalam keadaan basa karena tingginya kadar bikarbonat.
Penyebab :
Alkalosis metabolik terjadi jika tubuh kehilangan terlalu banyak asam.
Sebagai contoh adalah kehilangan sejumlah asam lambung selama periode muntah yang berkepanjangan atau bila asam lambung disedot dengan selang lambung (seperti yang kadang-kadang dilakukan di rumah sakit, terutama setelah pembedahan perut).

Pada kasus yang jarang, alkalosis metabolik terjadi pada seseorang yang mengkonsumsi terlalu banyak basa dari bahan-bahan seperti soda bikarbonat.


Selain itu, alkalosis metabolik dapat terjadi bila kehilangan natrium atau kalium dalam jumlah yang banyak mempengaruhi kemampuan ginjal dalam mengendalikan keseimbangan asam basa darah.
Penyebab utama akalosis metabolik:
1. Penggunaan diuretik (tiazid, furosemid, asam etakrinat)
2. Kehilangan asam karena muntah atau pengosongan lambung
3. Kelenjar adrenal yang terlalu aktif (sindroma Cushing atau akibat penggunaan kortikosteroid).

SUMBER:

http://choled.wordpress.com/2008/02/17/
http://ayosz.wordpress.com/2008/02/21/kesimbangan-asam-basa/

Tubuh kelebihan Asam Adalah awal Mula Penyakit

Kondisi Tubuh Terlalu Asam Biang Kerok Beragam Penyakit Obesitas, kolesterol tinggi, asam urat tinggi, darah tinggi (hipertensi), stroke, serta aneka penyakit otoimun seperti diabetes, kanker, dan lain-lain dipicu oleh pH darah dan jaringan yang terlalu asam. Apakah Anda masih percaya bahwa sumber penyakit yang utama adalah kuman?
Mari kembali ke tahun 1800-an yang akhir ketika Louis Pasteur menemukan vaksin. Sejak itu, hampir semua orang percaya bahwa sumber berbagai penyakit adalah kuman atau bakteri dari luar yang masuk ke dalam tubuh kita. Padahal, sebenarnya mereka sudah lama berada di dalam tubuh kita.
Jadi penyakit sebenarnya bukan melulu disebabkan oleh virus & bakteri tapi juga faktor lain, salah satunya adalah ketidak seimbangan pH (kadar keasaman) darah. Dan ini adalah faktor mendasar yang menyebabkan berbagai penyakit termasuk kegemukan. Karena keasaman tubuh yang berlebihan, yang disebut asidosis dapat melemahkan berbagai fungsi tubuh, termasuk menurunnya daya tahan tubuh. Dan kondisi asidosis umum terjadi pada masyarakat modern sekarang ini akibat pola makan yang salah.
Lahan Asam Sumber Penyakit
acid-vs-alkaline-food-chartMemang virus, bakteri, atau kuman dapat menimbulkan penyakit, tapi tidak selalu. Bakteri baru bisa menimbulkan penyakit jika suasana tubuh kita asam. Itulah sebabnya ada orang yang bisa tertular penyakit sedangkan yang lainnya tidak padahal mereka hidup di lingkungan yang sama, atau tinggal serumah. Kondisi asam dalam tubuh merupakan lahan ideal bagi tumbuh kembangnya bakteri yang siap menyakiti bahkan membunuh kita.
Darah Kental Pernah mendengar istilah “darah kental”? Keasaman tinggi dapat mempengaruhi terjadinya penggumpalan sel-sel darah merah, yang menyebabkan darah menjadi lebih pekat atau kental.
Pemberian obat-obatan pengencer darah (antikoagulan) pada kebanyakan pasien dengan penyakit-penyakit populer zaman sekarang seperti obesitas, kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia), asam urat tinggi, darah tinggi (hipertensi), stroke, aneka penyakit otoimun seperti diabetes, hepatitis, AIDS, ACA/APS (Anticardiolipin Antibody / Anti Phospolipid Syndrome – sindrom pembekuan darah), LUPUS, dan kanker membuktikan akan peranan ketidak-seimbangan asam-basa tubuh.
Selama hampir 100 tahun metode pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut masih belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Sebagian obat memang memberi pasien kesempatan “recovery”, tetapi apalah artinya jika harus menjalani sisa hidup dengan kesakitan dan penderitaan.
Keracunan Oleh Tubuh Sendiri
Ketidakseimbangan asam-basa sebagai penyebab penyakit sebenarnya bukan suatu konsep baru. Dr. William Howard Hay, salah seorang perintis pola makan Food Combining, dalam bukunya “A New Health Era” yang pertama kali diluncurkan tahun 1933 telah menyinggung soal itu. Katanya, penyebab hampir semua penyakit adalah akibat ototoksikasi atau keracunan diri sendiri, akibat akumulasi asam yang berlebihan di dalam tubuh.
Dr. Theodore A. Baroody dalam bukunya “Alkalize or Die” juga mengatakan bahwa akar penyebab semua penyakit yang tak terhitung jumlahnya itu adalah sama…. terlalu banyak ampas asam dalam jaringan tubuh.

Makanan Pembentuk Asam dan Basa
pH (Potebtial of Hydrogen) adalah ukuran keasam-basaan suatu larutan kimia. Ukurannya menggunakan nilai skala 0 sampai 14. Semakin rendah pH semakin banyak keasaman pada larutan atau larutan tersebut bersifat asam. Sebaliknya semakin tinggi pH semakin banyak basa / alkalin pada larutan maka semakin basa larutan tersebut. Sedangkan pH 7 adalah netral, tidak asam tidak juga basa.
Istilah asam pada keseimbangan asam-basa tidak sama atau tidak ada hubungannya dengan kadar keasaman (pH) lambung. Tingkat keasambasaan tubuh ditentukan oleh pH cairan tubuh (termasuk darah) dan pH jaringan tubuh.
Melakukan Sendiri Tes Keseimbangan Asam-Basa
Tes pH dapat kita lakukan sendiri di rumah. Gunakan kertas lakmus (kertas tes pH), dapat dibeli di apotek. Cara penggunaan tertera pada kemasan.
Jika pH urine berkisar antara 6,0 dan 6,5 di pagi hari, dan 6,5 dan 7,0 di malam hari, itu artinya tubuh kita masih berfungsi dalam batas normal. Jika tes air liur antara 6,5 dan 7,5 sepanjang hari itu juga berarti tubuh dalam keadaan normal. Waktu yang paling tepat mengukur pH adalah sekitar satu jam sebelum makan dan dua jam sesudah makan. Test pH sebaiknya dilakukan dua kali seminggu.

Menjaga Keseimbangan Asam-Basa Tubuh kita hanya dapat menyerap mineral dan zat-zat gizi lainnya dengan baik apabila pH-nya seimbang. Meskipun kita cukup menyantap makanan, jika pH tidak seimbang, tubuh tetap tidak bisa menyerap gizinya.
Kebanyakan orang sekarang mengalami asidosis (asam berlebihan) daripada alkalosis (basa berlebihan). Salah satu penyebab asidosis adalah pola makan buruk. Terlalu banyak menyantap makanan pembentuk asam, seperti produk hewani (daging, telur, susu, dll.), makanan olahan (tepung yang dipucatkan, gula pasir), kopi, dan minuman soda. Sementara itu terlalu sedikit menyantap makanan pembentuk basa seperti sayuran segar.
Orang sekarang juga cenderung berlebihan memakai obat-obatan dan gula sintetis, yang juga merupakan pembentuk asam. Cara terbaik mengoreksi kelebihan asam dalam tubuh adalah melakukan pembersihan. Caranya: terapkan pola makan pembentuk lingkungan basa di dalam tubuh.
Pengaruh keasam-basaan suatu makanan terhadap tubuh tidak ada hubungannya dengan rasa asam atau pH aktual makanan. Contoh, jeruk nipis rasanya sangat asam, tetapi elemen-elemen yang ditinggalkan dalam tubuh setelah jeruk nipis dicerna dan diserap tubuh adalah elemen-elemen pembentuk basa. Sebaliknya, daging yang rasanya tidak asam sama sekali, setelah dicerna akan meninggalkan residu yang sangat asam di dalam tubuh. Semua produk hewani termasuk makanan pembentuk lingkungan asam.
Apa itu Asam Lambung
Sendawa (burping/belching) adalah keluarnya gas dari saluran cerna (kerongkongan dan lambung) ke mulut yang disertai adanya suara dan kadang-kadang bau.
Timbulnya suara tersebut disebabkan oleh getaran udara / gas pada katub kerongkongan saat keluarnya gas. Hal ini merupakan hal yang sangat umum bisa terjadi pada siapa saja, dan merupakan usaha untuk melepaskan udara yang terperangkap di lambung yang biasanya menimbulkan ketidak nyamanan di saluran cerna.
 Penyebab sendawa:
- Makan/minum terlalu cepat
- Menelan udara
- Minum minuman berkarbonasi
- Obat-obatan tertentu seperti metformin
- Orang yang sedang cemas
- Jika disertai gejala-gejala dispepsia merupakan salah satu tanda penyakit maag

Selain karena banyaknya gas yang terperangkap di lambung sendawa juga dapat disebabkan karena kebiasaan semata. Untuk beberapa orang sendawa dianggap sebagai suatu cara untuk mengurangi ketidaknyamanan di perut walaupun bukan karena peningkatan kadar gas.

Sendawa tidak sesederhana yang dipikirkan, namun berhubungan erat dengan koordinasi beberapa aktivitas. Laring harus selalu tertutup supaya cairan ataupun makanan yang naik dari lambung tidak masuk ke paruparu. Saat menelan laring terangkat secara otomatis dan sejalan dengan itu katup kerongkongan atas terbuka sehingga mempermudah gas keluar dari kerongkongan ke tenggorokan.Katup kerongkongan bawah juga terbuka sehingga gas dapat naik dari lambung ke kerongkongan. Saat itu semua terjadi diafragma turun ketika menarik nafas. Terjadi peningkatan tekanan di rongga perut dan penurunan tekanan di rongga dada yang menyebabkan keluarnya udara dari lambung (di rongga perut) ke kerongkongan (di rongga dada).

Jika rasa tidak nyaman di perut bukan karena peningkatan gas , sendawa tidak menyelesaikan masalah. Jika demikian berarti ada hal lain di perut yang perlu ditatalaksana dan harus dicari penyebabnya. Sendawa merupakan suatu gejala yang bisa disebabkan oleh penyakit di saluran cerna dan kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan di rongga perut.

Kembung
Untuk memahami kembung ada 2 hal yang harus diketahui:


  1. Gejala/bloating: merupakan perasaan (subyektif) perut seperti lebih besar dari normal, jadi merupakan suatu tanda atau gejala ketidaknyamanan, merupakan hal yang lebih ringan dari distention.
  2. Tanda/distention: merupakan hasil pemeriksaan fisik (obyektif) dimana didapatkan bahwa perut lebih besar dari normal, bisa didapatkan dari observasi saat menggunakan baju jadi  kesempitan dan lambung jelas lebih besar dari biasanya 
Ada 3 hal yang dapat menyebabkan membesarnya ukuran perut dan harus dibedakan, yaitu air,udara, dan jaringan dalam perut.

Kembung dibedakan menjadi 2 bagian yaitu:


  1. Berkelanjutan, biasanya akibat adanya massa atau pembesaran organ dalam perut seperti tumor, cairan (asites), atau jaringan lemak (kegemukan)
  2. Sementara/hilang timbul , yang berhubungan dengan peningkatan gas atau cairan dalam lambung, usus halus maupun usus besar.
Penyebab kembung:

  1. Produksi gas yang berlebihan
    Produksi gas yang berlebihan biasanya disebabkan oleh bakteri, melalui 3 mekanisme. Pertama, jumlah gas yang dihasilkan oleh setiap individu tidak sama sebab ada bakteri tertentu yang menghasilkan banyak gas sementara yang lainnya tidak. Kedua, makanan yang sulit dicerna dan diabsorbsi di usus halus menyebabkan banyaknya makanan yang sampai di usus besar sehingga makanan yang harus dicerna bakteri akan bertambah dan gas yang dihasilkan bertambah banyak. Contohnya adalah pada kelainan intoleransi laktosa, sumbatan pancreas, dan saluran empedu. Ketiga, karena keadaan tertentu bakteri tumbuh dan berkembang di usus halus dimana biasanya seharusnya di usus besar. Biasanya hal ini berpotensi meningkatkan flatus (buang angin/kentut)
  2. Sumbatan mekanis
    Sumbatan dapat terjadi di sepanjang lambung sampai rectum, jika bersifat sementara dapat menyebabkan kembung yang bersifat sementara. Contohnya adalah adanya parut di katub lambung yang dapat mengganggu aliran dari lambung ke usus.  Sesudah makan makanan bersama udara tertelan, kemudian setelah 1-2 jam lambung mengeluarkan asam dan cairan dan bercampur dengan makanan untuk membantu pencernaan. Jika terdapat sumbatan yang tidak komplit makan makanan dan hasil pencernaan dapat masuk ke usus dan dapat mengatasi kembung. Selain itu kondisi feces yang terlalu keras juga dapat menjadi sumbatan yang dapat memperparah kembung.
  3. Sumbatan fungsional
    Yang dimaksud sumbatan fungsional adalah akibat kelemahan yang tejadi pada  otot lambung dan usus sehingga gerakan dari saluran cerna tidak baik yang menyebabkan pergerakan makanan menjadi lambat sehingga terjadi kembung. Hal ini bisa terjadi pada penyakit gastroparesis, irritable bowel syndrome(IBS) dan Hirschprung's. Selain itu faktor makanan seperti lemak juga akan memperlambat pergerakan makanan, gas, dan cairan ke saluran cerna bawah yang juga berakibat kembung. Serat yang digunakan untuk mengatasi sembelit juga dapat menyebabkan kembung tanpa adanya peningkatan jumlah gas, namun adanya kembung ini disebabkan oleh melambatnya aliran gas ke usus kecil akibat serat.
  4. Hipersensitifitas saluran cerna
    Beberapa orang ada yang memang hipersensitif terhadap kembung , mereka merasakan kembung padahal  jumlah makanan, gas, dan cairan di saluran cerna dalam batas normal, biasanya bila mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak.
Flatus/Kentut
Flatus merupakan keluarnya gas dalam saluran cerna melalui anus yang bersumber dari udara yang tertelan atau hasil produksi dari bakteri. Namun terjadinya flatus lebih sering diakibatkan oleh produksi dari bakteri di saluran cerna  atau usus besar berupa hidrogen dan atau methan pada keadaan banyak mengkonsumsi kandungan gula dan polisakarida. Contoh gula adalah seperti laktosa (gula susu) , sorbitol sebagai pemanis rendah kalori, dan fruktosa pemanis yang biasanya digunakan pada permen dan minuman.

Zat tepung  juga sering menjadi sumber gas, kandungan polisakarida dari gandum, kentang, jagung dan beras. Beras menghasilkan gas yang relatif lebih sedikit dibanding yang lainnya. Zat tepung dari padi-padian yang belum diproses menyebabkan lebih banyak gas dibandingkan dengan biji-bijian yang sudah mengalami proses karena kandungan seratnya masih utuh, dimana serat merupakan bahan yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan namun akan dimetabolisme oleh bakteri sehingga menghasilkan gas.

Banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan  yang mengandung selulosa tidak menghasilkan banyak gas sebab selulosa  dimetabolisme sedikit oleh bakteri, kecuali jika buah atau sayuran tersebut mengandung lebih banyak gula atau polisakarida dibanding selulosa. Gas tertelan dalam jumlah wajar tidak dapat dihindari dan gas dari hasil produksi bakteri juga akan terus berlangsung namun secara fisiologis gas itu akan dikeluarkan dari saluran cerna melalui flatus dengan mekanisme kontraksi otot usus untuk menghindari menumpuknya gas di saluran cerna. Gas juga dapat diserap ke aliran darah dan akan dikeluarkan melalui pernafasan.

Gas tertelan dalam jumlah wajar tidak dapat dihindari dan gas dari hasil produksi bakteri juga akan terus berlangsung namun secara fisiologis gas itu akan dikeluarkan dari saluran cerna melalui flatus dengan mekanisme kontraksi otot usus untuk menghindari menumpuknya gas di saluran cerna. Gas juga dapat diserap ke aliran darah dan akan dikeluarkan melalui pernafasan.

Diagnosis Sendawa Kembung, dan Flatus
Untuk mengatasi sendawa, kembung dan flatus beberapa hal yang harus diteliti adalah:


  • Riwayat penyakit
    Jika kembung berkesinambungan pembesaran organ dalam abdomen, cairan abdomen, tumor, atau kegemukan mungkin menjadi penyebabnya. Jika kembung terjadi bersamaan dengan meningkatnya flatus hal ini biasanya disebabkan oleh aktifitas bakteri. Riwayat diet seperti susu atau olahan susu, sorbitol, laktosa, kemungkinan tidak tercernanya gula dengan baik dapat juga menyebabkan kembung.
  • Pemeriksaan dengan sinar X
  • Pemeriksaan pengosongan lambung
  • USG, CT scan, dan MRI
  • Test Gangguan penceraan dan gangguan penyerapan
  • Test nafas dengan hidrogen dan methan
 Mengatasi Sendawa Kembung, dan Flatus     
Untuk  mengatasi peningkatan gas dalam saluran cerna tergantung dari penyebabnya. Jika akibat konsumsi gula yang berlebihan seperti laktosa, sorbitol, dan fruktosa dapat diatasi dengan menghindari bahan tersebut dari diet sehari-hari. Jika akibat intoleransi laktosa dapat ditambahkan enzim sehingga laktosa dapat dimetabolisme dengan baik.

Minum yoghurt dengan kandungan laktosa yang sebagian dapat dicerna oleh bakteri juga mengasilkan gas yang lebih sedikit dibanding susu.

Konsumsi  sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung zat tepung yang  tidak diserap oleh tubuh namun dicerna oleh bakteri, seperti kacang-kacangan, kubis/kol, bawang, wortel, dan pisang harus dihindari. Namun hal ini biasanya sulit kecuali jika dilakukan diet ketat. Jika akibat sumbatan pankreas dapat diatasi dengan pemberian enzim untuk mengganti enzim pankreas.

Jika gangguan saluran cerna disebabkan oleh penyakit maka penyakitnya sendiri harus diatasi dulu. Pemberian alpha-D-galactosidase merupakan enzim yang terbukti ampuh untuk mengatasi kembung. Selain itu pemberian simeticone juga mampu mengatasi gas.

Pertumbuhan bakteri yang berlebihan biasanya diterapi dengan pemberian antibiotik. Namun terapi ini kurang efektif dan bersifat sementara, dapat juga dengan pemberian probiotik.



Kesimpulan:


  • Salah satu penyebab sendawa adalah tertelannya udara.. Namun pada keadaan tidak nyamandiperut juga dapat menyebabkan sendawa. Jadi sendawa tidak selalu menunjukkan adanya peningkatan gas di saluran cerna.
  • Kembung dapat dibedakan menjadi gejala subjektif (yang dirasakan) dan tanda objektif (hasil pemeriksaan)
  • Kembung yang berkelanjutan biasanya disebabkan oleh oleh cairan, tumor, pembesaran organ atau lemak akibat kegemukan.
  • Kembung yang sesaat atau hilang timbul biasanya disebabkan oleh meningkatnya jumlah gas dalam saluran cerna yang dapat disebabkan oleh sumbatan fisik maupun fungsional dalam saluran cerna.
  • Flatus merupakan gas hasil pencernaan bakteri terhadap makanan yang mengandung gula dan polisakarida.
  • Produksi gas berlebihan dan meningkatnya flatus dapat disebabkan oleh: (1) banyaknya gas yang diproduksi oleh bakteri (2) ganguan pencernaan dan penyerapan terhadap gula dan polisakarida (3) pertumbuhan bakteri yang berlebihan di usus kecil.
  • Sendawa, kembung dan flatus dapat dievaluasi dengan mengetahui riwayat penyakit, rontgen perut, meneliti pengosongan lambung, USG, CT-scan, MRI, dan test hydrogen.
  • Untuk mengatasi peningkatan gas dalam saluran cerna harus melihat  penyebabnya, yang biasa dilakukan adalah perubahan pola makan, minum obat yang dapat menurunkan jumlah gas seperti simeticone, obat yang dapat meningkatkan kontraksi usus, atau pemberian antibiotic.

-------------------- Nara Sumber: Dr. Helmin Agustina Silalahi

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk gejala-gejala penyakit mag. Berikut ini adalah beberapa FAQ masyarakat mengenai hal ini.

  • Apa yang dimaksud dengan sendawa?
    Jawab: Sendawa adalah keluarnya gas dari lambung ke mulut yang disertai adanya suara dan kadang-kadang berbau. Timbulnya suara tersebut disebabkan oleh getaran udara / gas pada katub kerongkongan saat keluarnya gas. Pada bayi sering disertai keluarnya cairan yang lebih dikenal dengan “gumoh”.
  • Bagaimana cara tejadinya sendawa?
    Jawab: Sendawa terjadi akibat meningkatnya kadar gas dalam lambung sehingga tekanan dalam lambung meningkat yang merangsang reflex untuk melakukan sendawa, dimana terjadi peningkatan tekanan di rongga prerut dan penurunan tekanan di rongga dada yang  menyebabkan keluarnya udara dari lambung (di rongga perut) ke kerongkongan (di rongga dada).
  • Apa saja penyebab sendawa?
    Jawab: ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya sendawa, diantaranya:

    1. Makan/minum terlalu cepat
    2. Menelan udara misalnya banyak bicara seperti berpidato
    3. Minum minuman berkarbonasi seperti cocacola, fanta, dll
    4. Obat-obatan tertentu seperti metformin untuk menurunkan gula darah
    5. Orang yang sedang cemas
    6. Jika disertai gejala-gejala dispepsia (ulu hati perih/sakit, kembung, mual, muntah) merupakan salah satu tanda penyakit maag.

  • Apa yang dimaksud dengan kembung?
    Jawab:    Kembung  dibedakan menjadi 2 arti:

    1. Gejala : merupakan perasaan (subyektif) perut seperti lebih besar dari normal, jadi merupakan suatu tanda atau gejala ketidaknyamanan.
    2. Tanda : merupakan hasil pemeriksaan fisik (obyektif) dimana didapatkan bahwa perut lebih besar dari normal, bisa didapatkan dari observasi misalnya saat menggunakan baju jadi kesempitan dan lambung jelas lebih besar dari biasanya.      

  • Apa saja penyebab kembung?
    Jawab: Beberapa hal yang dianggap dapat menyebabkan kembung adalah:

    1. Produksi gas yang berlebihan yang biasanya disebabkan oleh bakteri yang secara normal ada dalam saluran cerna untuk membantu mencerna makanan dan minuman yang kita konsumsi.
    2. Adanya sumbatan mekanis yang terjadi di mana saja sepanjang lambung sampai anus, ada yang bersifat sementara yang menyebabkan kembung yang bersifat sementara dan ada yang menetap sehingga menimbulkan kembung yang berkelanjutan. Contohnya adalah adanya jaringan parut seperti bekas luka ataupun bekas operasi desepanjang saluran cerna dan feces yang terlalu keras juga dapat menjadi sumbatan yang dapat memperparah kembung.
    3. Adanya sumbatan fungsional akibat kelemahan yang tejadi pada  otot lambung dan usus sehingga gerakan dari saluran cerna tidak baik yang menyebabkan pergerakan makanan menjadi lambat sehingga terjadi kembung. Hal ini bisa terjadi pada       penyakit gastroparesis, irritable bowel syndrome(IBS) dan Hirschprung's. Selain itu faktor makanan seperti lemak juga akan memperlambat pergerakan makanan, gas, dan cairan ke saluran cerna bawah yang juga berakibat kembung.
    4. Hipersensitifitas saluran cerna dimana pada orang tertentu mereka merasakan kembung padahal  jumlah makanan, gas, dan cairan di saluran cerna dalam batas normal, biasanya setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak.

  • Apa yang dapat dilakukan jika sering sendawa atau kembung?
    Jawab: Untuk mengatasi sendawa dan kembung adalah:

    1. Turunkan kadar gas dalam saluran cerna sesuai  penyebabnya.
       - Jika akibat konsumsi gula yang berlebihan seperti laktosa, sorbitol, dan fruktosa dapat diatasi dengan menghindari bahan tersebut dari diet sehari-hari.
       - Jika akibat intoleransi laktosa dapat ditambahkan enzim sehingga laktosa dapat  dimetabolisme dengan baik.
    2. Minum yoghurt karena mengandung laktosa yang sebagian dapat dicerna oleh bakteri juga mengasilkan gas yang lebih sedikit dibanding susu.
    3. Hindari mengkonsumsi  sayur-sayuran dan buah-buahan seperti kacang-kacangan,  kubis/kol, bawang, wortel, dan pisang karena mengandung zat tepung yang  tidak diserap oleh tubuh namun dicerna oleh bakteri.
    4. Pemberian enzim untuk mengganti enzim pancreas jika disebabkan oleh sumbatan pancreas seperti alpha-D-galactosidase.
    5. Jika gangguan saluran cerna disebabkan oleh penyakit tertentu maka penyakitnya  sendiri harus diatasi dulu.
    6. Pemberian simeticone karena mempermudah pecahnya gelembung gas.
    7. Pemberian antibiotik pada pertumbuhan bakteri yang berlebihan.
    8. Pemberian probiotik dengan atau tanpa prebiotik.

  • Apa hubungan sendawa dan kembung dengan sakit maag?
    Jawab:    Sakit maag ditandai oleh adanya sindrom dispepsia yang terdiri dari beberapa gejala seperti rasa tidak nyaman di ulu hati, sendawa, kembung, mual dan muntah. Jika seseorang sering sendawa atau perut kembung yang disertai rasa tidak nyaman di ulu hati kemungkinan besar sedang menderita sakit maag. Jadi sendawa dan kembung  dengan         sakit maag saling berhubungan sebab sendawa dan kembung merupakan salah satu tanda seseorang sedang menderita sakit maag. Terutama jika seseorang mempunyai resiko tinggi untuk menderita sakit maag seperti makan tidak teratur, suka makan pedas dan asam, merokok dan minum alkohol, suka minum kopi, dan rentan terhadap stress.
     
  • Seberapa sering penderita sakit maag mengalami sendawa?
    Jawab:    Dalam J Gastrointest Mot 1991 dikatakan bahwa sendawa merupakan suatu gejala yang timbul pada 80% penderita sindrom didpepsia fungsional, disamping gejala-gejala lainnya.
     
  • Bagaimana Promag dapat mengatasi sendawa dan kembung?
    Jawab: Promag mengandung simetichone bekerja dengan cari meningkatkan tegangan permukaan pada gelembung gas sehingga gelembung gas mudah pecah dan mengurangi kembung.

Nara Sumber: Dr. Helmin Agustina Silalahi